RSS

Konsep Islam Mengikis Korupsi

Drs. H. Ladzi Safroni, M.Ag


Korupsi, adalah masalah yang tidak asing bagi bangsa Indonesia. Karena hampir setiap hari berita-berita menayangkan tindak pidana ini. Pada dasarnya korupsi, di samping dilarang negara, juga dilarang oleh agama. Maka, orang yang melakukan korupsi, berarti melanggar ajaran agama sekaligus melanggar tatanan kehidupan bernegara. Apa penyebab dan pemicu terjadinya korupsi ini ? Pertama, karena ada kesempatan. Karena ada kesempatan inilah kemudian si koruptor bisa merekayasa, memanipulasi data, mencari celah untuk menyelewengkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadinya. Kedua, tekanan. Baik tekanan dari diri sendiri, ambisi untuk memiliki harta yang banyak. Tekanan dari keluarga yang ingin memiliki harta benda banyak, agar keluarganya terpandang, bergengsi. Bisa juga tekanan itu berasal dari jenjang struktural di atasnya. Karena ditekan oleh atasannya yang tanpa mampu dia hindarkan, maka dapat pula terjadinya korupsi. Ketiga, rasionalisism (kebiasaan). Kita ketahui, bahwa tidak hanya satu instansi saja yang korupsi, tetapi sudah marak di instansi manapun terjadi kosupsi di negeri ini. Seolah sudah menjadi kewajaran, seolah sudah menjadi kebiasaan. Akibatnya, orang yang korupsi sudah tidak malu lagi, sehingga mengakibatkan korupsi merajalela karena dianggap wajar, dianggap biasa. 

Terkait kondisi yang sedemikian parahnya itu, mungkin perlu kita renungkan sabda Rasulullah SAW : “Tidak akan mencuri ketika dia beriman, dan di saat dia mencuri imannya lepas. Dan tidak pula orang itu yang berzina ketika dia beriman, dan di saat berzina imannya lepas. Karena itulah Islam tidak menghendaki korupsi. Islam hadir untuk menjadikan hamba Allah yang bersih baik lahir maupun batin, bersih fikiran maupun bersih pekerjaan dari hal-hal yang negatif. Islam mempunyai konsep, agar umat Islam terhindar dan tidak terjebak dalam lingkaran korupsi. Islam mengajarkan untuk mencari harta dengan cara halal dan baik. Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah 168, yang maknanya : Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. 

Pertama, Islam mengajarkan untuk memulai sesuatu dengan niat yang tulus, ikhlas karena Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam surah al Bayyinah :5 yang maknanya : Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus. 

Allah berfirman pula al-Haj: 37: maknanya : Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi Ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. Rasulullah SAW bersabda :"Sesungguhnya semua amal perbuatan itu dengan disertai niat-niatnya dan bagi setiap orang itu apa yang telah menjadi niatnya. Maka barangsiapa yang hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itupun kepada Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa yang hijrahnya itu untuk harta dunia yang hendak diperolehinya, ataupun untuk seorang wanita yang hendak dikahwininya, maka hijrahnyapun kepada sesuatu yang dimaksud dalam hijrahnya itu." 

Kedua, diajarkan bagi umat Islam untuk memiliki sifat ridha (menerima apapun ketentuan Allah). Karena Allah Maha Adil, Maha Kasih Sayang, Maha Pemurah, tidak satu makhluk pun yang di dholimiNya. Semua diberi perangkat oleh Allah SWT dengan sempurna, diberi akal, diberi perasaan, diberi kemauan, dan diberi himmah-himmah yang lain. Yang semua itu bertujuan untuk manusia menjalani hidup di dunia, dengan catatan sesuai dengan tuntunan dan ajaran yang diridhohi Allah SWT. Allah SWT menciptakan manusia dengan strata kehidupan yang berbeda-beda, ada yang kaya, ada pula yang miskin, ada pejabat ada bawahan. Di mana keduanya bisa saling mengisi dan saling membutuhkan. Karena itu, ketika kita menempati di manapun, harus kita sadari bahwa semua itu merupakan karunia dari Allah SWT. Kita harus ridha atas qadar dan qadha’nya Allah SWT. Karena dalam memberikan apapun kepada hambaNya, Allah SWT mendahulukan kasih sayangNya, daripada murkaNya. Jika apapun yang kita terima kita sukuri, maka dampaknya kita akan merasa senang, dan bahagia dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. 

Ketiga, mengendalikan hawa nafsu terhadap harta. Menuruti hawa nafsu tidak ada puasnya. Allah SWT berfirman dalam surah Yusuf : 53 maknanya : Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang. Allah SWT menganugerahkan nafsu sebagai modal kehidupan, dan harus kita kendalikan, kita arahkan agar tidak keluar dari jalur keridhaan Allah SWT. Semoga kita bisa mendapat bimbingan Allah SWT mampu mengendalikan nafsu, sehingga terhidar dari korupsi dengan bermacam-macam bentuknya. 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka

H. Ahmad Muzakky, S.ThI Alhafidz


Anak merupakan nikmat yang amat besar yang diberikan oleh Allah kepada kita. Oleh karena itu, kalau kita perhatikan di dalam Al-Qur’an setiap ayat yang menunjukkan bahwa Allah menganugerahkan anak kepada kita, selalu menggunakan kata basyiir atau busyra yang maknanya kabar gembira. Misalnya ketika Allah memberikan anak kepada Ibrahim, dan mengirimkan dua malaikatnya. (QS Huud : 69). Kabar gembira yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah bahwa isterinya akan hamil, dan kelak akan lahir anak laki-laki yang bernama Ishaq. 

Ketika Allah SWT memberi kabar gembira kepada Nabi Zakaria AS, Dia juga menggunakan kata busyra, sebagaimana firmanNya dalam surah Maryam : 7 maknanya : Hai Zakaria, Sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan Dia. 

Ini menunjukkan betapa besar nikmat Allah berupa karunia anak, dan betapa susahnya orang yang tidak diberikan keturunan oleh Allah SWT. Hal ini sudah dicontohnya oleh Nabi-Nabi kita sebelumnya. Nabiyullah Ibrahim AS, sampai usia puluhan tahun, belum juga dikaruniai anak. Dan bergitu istiqamahnya Nabi Ibrahim untuk berdoa (QS Ash Shaafaat :100). Nabi Zakaria AS juga sampai puluhan tahun juga belum diberi anugerah anak. Dan beliau juga istiqamah dalam berdoa (Al Ambiya’ : 89). 

Begitulah contoh upaya seseorang yang sangat gigih untuk mendapatkan seorang anak, karena anak begitu penting untuk diri kita, dan merupakan karunia besar dalam kehidupan kita. Allah menjelaskan, bahwa anak merupakan perhiasan dalam kehidupan dunia. (QS Al-Kahfi : 46). Namun, Allah juga memberi peringatan kepada kita tentang anak ini, sebagaimana firmannya dalam surah At Taghobun : 15. 

Dalam Al-Qur’an, ada yang disebut dengan keluarga nabi. Nabi Ibrahim, mempunyai anak Nabi Ismail. Nabi Ishaq mempunyai anak Nabi Ya’kub. Nabi Ya’kub mempunyai anak Nabi Yusuf. Dan seterusnya hingga Nabi Isa AS. Sementara Nabi Ismail AS menurunkan keturunan hingga Nabi Muhammad SAW. Namun, walaupun mereka Nabi, mereka begitu khawatir terhadap keturunannya. Ketika Ya’kub menjelang wafat beliau berdoa sebagaimana dijelaskan dalam surah Al Baqarah : 133. Nabi Ya’kub saja begitu khawatir akan keturunannya. Khawatir kalau sepeninggalnya dia akan melupakan Tuhannya. Bagaimana dengan kita? Oleh karena itu, Allah memberi peringatan kepada kita semua. (QS At Tahrim : 6). 

Kebaikan tidak akan disebut baik, kalau kebaikan itu hanya untuk dirinya sendiri. Tetapi orang yang baik adalah ketika bisa menjadikan dirinya baik, dan bisa membawa keluarganya menjadi orang yang baik. 

Ulama’ salafus sholih memberikan kita tips menjaga anak-anak dan keluarga dari siksa api neraka. 

Pertama, menanamkan keimanan dalam keluarga. Sudahkan rumah kita dihiasi dengan dzikrullah/asma Allah? Sehingga setiap anggota keluarga masuk dalam rumah, yang terbayang dalam benak diingat pertama kali adalah Allah. Jadi, ketika sudah bisa menjadikan siapa saja yang masuk rumah kita ingat Allah, maka kita telah menanamkan aspek keimanan kita dalam keluarga. Mungkin dengan cara selalu menjadikan rumah kita digunakan untuk membaca Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda : Nawwiruu buyuutakum bish shalaah wa qiraatil qur’an (terangi rumah kalian dengan shalat dan membaca Al-Qur’an). Kemudian kita jadikan rumah kita digunakan tempat ibadah. Tiada hari tanpa ibadah di rumah. Bisa juga menjadikan rumah kita nuansa Islami dengan menayangkan bacaan-bacaan Al Qur’an qori’-qori’ terkenal. Jangan biarkan anak-anak kita lalai dalam mengingat Allah, karena tayangan-tayangan televisi, nyanyian-nyanyian yang bisa melalaikan hati untuk ingat kepada Allah. Karena otak kita terpengaruh dan merekam tayangan-tayangan informasi yang diterima dari lingkungannya. 

Kedua, aspek keilmuan. Jadikan rumah kita madrasatul ilmi (pendidikan ilmu). Adakan pengajian setiap pekan sekali. Luangkan waktu untuk mengajari anak-anak. Kalau kita tidak mampu, bisa mendatangkan para asatidz. Intinya kita jadikan rumah kita majelis ta’lim, dengan begitu akan terbentuk keluarga kita selalu mempelajari sesuatu, untuk mengasah otak kita. Berikan anak-anak dan keluarga kita bacaan-bacaan yang bernuansa agama. Buku-buku motivasi agama dll. 

Ketiga, aspek sosial. Pendekatan sosial dan musyawarah dalam menyelesaikan masalah. Baik maslaah internal maupun eksternal. Tidak ada masalah yang tertutup dalam kelauarga. Semua permasalahan diselesaikan bersama-sama, dan membudayakan musyawarah. 

Keempat, aspek akhlak. Kita bangun keluarga kita dalam setiap aktivitas dengan lembut, dengan santun. Jangan tampakkan kemarahan-kemarahan, karena itu merupakan hal yang tidak baik. Kenapa sekarang ini banyak kita saksikan kekerasan-kekerasan di mana-mana? Mungkin sewaktu kecil dia sering menyaksikan tayangan-tayangan gratis di rumahnya, pada saat ayah ibunya bertengkar. Secara tidak sadar kita telah memberi contoh kepada mereka. Hidupkan rumah tangga kita dengan becanda, karena becanda akan membangkitkan suasana yang hangat dalam rumah kita. Rasulullah SAW kalau berkumpul dengan keluarganya kaana dhahhaakan basama (selalu becanda, bergurau). 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya

KH Abdusshomad Buchori


Manusia merupakan makhluk yang mempunyai kedudukan tertinggi dan terhormat. Makluk yang sempurna dan istimewa dibanding makhluk lain di dunia ini. Pertama, karena manusia mempunyai fisik dan bentuk terbaik. Struktur organ-organnya mempunyai kesempurnaan. (QS At Tiin : 4). 

Kedua, manusia mempunyai jiwa dan rohani. Dengan jiwa dan rohani ini manusia mempunyai akal, rasio, perasaan, kemauan, nafsu dan mempunyai budaya. Manusia bisa berkembang, bisa maju karena mempunyai keistimewaan-keistimewaan itu. Dalam mengembangkan rasionya manusia diberi landasan yakni agama. Maka hendaknya apapun pengembangannya, agama harus dugunakan sebagai pedoman, agar pemikirannya tidak keluar dari dasar-dasar agama yang tertuang dalam Al-Qur’an dan As Sunnah. Untuk itu, sarjana-sarjana muslim hendaknya dalam mengkaji dan meneliti suatu keilmuan dilandasi agama, dengan mengutip Al-Qur’an, As Sunnah atau ilmuwan-ilmuwan muslim, agar pemikirannya tidak sekuler. Karena sekarang sudah menjadi trend, banyak sarjana-sarjana muslim yang merasa bangga kalau mereka mengutip pendapat-pendapat orang barat, daripada mengutip ayat-ayat Al-Qur’an. 

Teori-teori kenegaraan yang ada sekarang ini tidak akan bisa mengalahkan konsep Islam dalam surah al A’raf : 96. Maknanya : Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. 

Seharusnya, ayat ini yang harus dikaji, didiskusikan oleh negarawan, legislative, eksekutif dan semua yang terlibat dalam mengatur negara ini. Kalau ayat ini yang menjadi dasar pemikiran mereka yang bertanggung jawab terhadap negara ini, pasti kesejahteraan dan keadilan sosial akan terwujud. Tidak seperti sekarang ini yang carut marut tidak karuan. Malah justeru ajaran Islam yang mulia ini, dibentur-benturkan, dianaktirikan, bahkan berusaha dihilangkan. Kita saksikan ditelevisi-televisi, para ahli agama diundang dalam debat, lalu diundanglah pemikir-pemikir liberal dan sekuler. Karena orang sekuler yang diundang lebih banyak, ulama’ yang mempertahankan kebenaran al-Qur’an itu seakan kalah. Karena moderator juga berperan, sehingga jawaban-jawaban yang baik dari ulama dipotong, sedang yang mempunyai misi itu diberi keleluasaan menjawab seakan-akan kebenaran ditangannya. Dengan cara-cara seperti inilah Islam dibenturkan dan dengan cara seperti inilah mereka berusaha mempengaruhi masyarakat untuk menjauhkan dari ajaran Islam. Pesan yang ingin dilontarkan adalah “Konsep liberal dan sekuler lebih baik dari pada konsep Islam”. Inilah misi mereka, menjauhkan umat Islam dari ajarannya. Dan tampaknya mereka berhasil, karena mereka menguasai media informasi. Tetapi yakinlah bahwa Islam adalah ya’luu walaa yu’laa alaih (Islam adalah tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi). 

Seperti yang sekarang terjadi. Ada empat orang yang digugat dalam kasus Syi’ah. Pertama, gubernur Jatim Peraturan Gubernur No 55 tahun 2012, yang isinya pembinaan kegiatan keagamaan dan mengawasi aliran sesat di Jatim. Di dalam klausul dalam peraturan in, pasa 5 disebutkan bahwa untuk menentukan kriteria sesat itu adalah berdasarkan kriteria yang dibuat dan disepakat oleh MUI Jatim, untuk agama Islam, dan untuk agama lain, adalah dari masing-masing majlis agama tersebut. Ini dituntut orang dari Bandung yang bernama Teguh Sugiarto, mengatasnamakan perorangan yang menuntut peraturan itu dicabut. Kemudian tuntutan kedua kepada Ketua Majelis Ulama Jatim, untuk membatalkan fatwa MUI tentang Syiah. Karena kami menandatangani bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asy’ariyah adalah termasuk kelompok yang sesat dan menyesatkan. Kami telah studi tentang Syiah Imamiyah Itsna Asy’ariyah tidak sesuai untuk diterapkan di Indonesia, dan akan mengancam NKRI. Tidak ada negara yang begitu dimasuki mereka lalu aman. Misalnya di Libanon, Irak, Suriyah dll. 

Ajaran Syiah terdapat perbedaan yang mendasar dengan ajaran ahlus sunnah wal jamaah. Misalnya di antaranya mengajarkan bahkan menganjurkan nikah muth’ah (kawin kontrak) yang sangat berpotensi digunakan untuk melegitimasi praktik perzinaan. Padahal di Jawa Timur khususnya di Surabaya ini, kami bersama pemerintah berusaha maksimal bagaimana tempat postisusi itu ditutup. Ini suatu gerakan yang luar biasa. Tetapi orang yang berfaham Liberal mengatakan itu melanggar HAM. Karena mereka mencari uang, mencari ekonomi sehingga nafkahnya tetap terjaga, dengan membuat sensasi, membela siapa saja walaupun itu salah. 

Ketiga adalah KH Sahal Mahfudh. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, dan ketua Rais Suriyah NU. Dan yang keempat, adalah presiden RI. Begitu tanggal 14 Mei 2013 sidang pertama dimulai, kami sudah membentuk tim. Tetapi mereka tidak hadir.. Ini saya kira suatu tindakan yang luar biasa. Suatu keberanian yang luar biasa, dari kelompok minoritas. Padahal bicara toleransi jangan hanya yang kelompok besar yang dituduh, sebab ketika kelompok kecil memaksakan pendapatnya itu juga melanggar HAM. Dan itu tirani kelompok kecil kepada yang besar. 

Untuk itu, umat Islam harus kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasul SAW. dan banyak fatwa-fatwa dari umat Islam sebagai kazanah untuk membangun diri, dan membangun masyarakat, bangsa dan negara.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

JOKOWI adalah penghianat bangsa

JOKOWI adalah penghianat bangsa (tp bener nggak ya?) coba simak keterangan dibawah ini :

Bahas Jokowi lagi aaah...dia mahluk berbahaya karna gayanya mudah menipu
rakyat yang tidak tahu kelakuan dia sebenarnya. 

Bahaya bagi negara :

Bahaya 1) Rakyat tidak tahu apa agenda/tujuan pribadi Jokowi dan cukong2 konglo korup dalam negeri & konglo2
korup buronan BLBI di Singapore

Bahaya 2) Cukong2 Jokowi terutama yang biayai dia ratusan milyar saat pilkada
DKI yakni Buronan BLBI itu adalah :

MUSUH NEGARA & RAKYAT

Kami tidak persis berapa total
sumbangan konglomerat buronan BLBI menyumbang Jokowi. Namun, tahap awal
saja sdh US$ 25 juta (250 M)

Tahap II dan seterusnya terutama saat putaran kedua, pasti jauh besar.

Asumsikan saja sama US$ 25 juta. Total US$ 50 juta atau Rp. 500 M. Uang bantuan konglomerat buronan
negara itu, belum termasuk bantuan maintenance dan dongkat popularitas jokowi sampai dgn 2014 via media2

Kalau mau tahu berapa persis total bantuan uang untuk kampanye Jokowi Ahok ya tanya timsesnya donk hehe

Tapi kalau mau tahu berapa total dana promosi Jokowi s/d 2014 tanya saja :

James Riady, Edward Suryajaya, Edi Sariatmadja, Antony salim.

Kesempatan awal yang bocor ke kami, biaya promosi Jokowi utk bayar semua media bayaran sebesar 250 milyar.

Sekarang mungkin bertambah

Untuk pengumpulan dana pemenangan Jokowi sbg persiden boneka yg nanti akan
dikendalikan para konglo busuk, dilakukan oleh James Riady

James Riady ditunjuk sebagai
koordinator pengumpulan dana untuk pemenangan Jokowi sama hal dgn tugas
dia saat pemilu/pilpres 2009

Bedanya : saat itu yang mereka dukung adalah SBY dan PD. Apa kompensasinya ? 

Penggelapan pajak puluhan triliun dari perusahan2 mereka. James Riady juga diketahui mendapat misi khusus dari Bill Clinton utk
mensukseskan "President Alliance of USA" di Indonesia.

Untuk misi tsb James Riady
mendapatkan bantuan dana sangat besar (persis belum diketahui) yang disimpan di
TrustFund Singapore

Dana besar dari USA tsb berasal dari dana sitaan pemerintah USA di bank2 dari
operasi pencucian uang, terorisme, narkoba dsj

Sedangkan dana bantuan utk Jokowi dari konglomerat2 koruptor BLBI yang buron dan skrg mayoritas stay dan jadi PR/ WN Singapore dikoordinir LP

Namun karena sdh kami bongkar, koordinatornya berubah dan diambilalih
Bang Edo (HP). Kedua2nya jenderal purn bintang 4. Senior kami hehe

Konglomerat BLBI tsb dulu membantu SBY pada pemilu/pilpres 2009. Namun kini
mereka kecewa karena SBY tidak tepat janji. Gagal.

SBY gagal membantu para
konglomerat BLBI yg merampok uang negara 600 Triliun dan sampai thn 2032
masih kita cicil utangnya via APBN

Kegagalan SBY itu disebabkan ulah Ketua KPK Antasari Azhar yang menangkap jaksa UTG dan Ayin dlm operasi OTT. 

Saat itu disita 6 Milyar, Gara2 UTG dan Ayin ditangkap
Antasari, penghapusan delik pidana pada utang BLBI Bank BDNI milik Syamsul Nursalim : KANDAS !

Syamsul Nursalim yg masih utang sama negara ini 4.7 Triliun plus 3.2 Triliun
gagal diselamatkan SBY. 

Tetap jadi buronan sampai saat ini, Sedangkan Ayin, proxy atau kuasa Syamsul Nursalim, meski sempat
dipenjara, kini sdh bebas. SBY obral remisi utk Ayin. I Love U SBY.

Kegagalan upaya penghapusan delik pidana 25 konglo busuk pencuri uang 600 Triliun itu, menjadi salah satu motif kriminalisasi Antasari

Karena Kegagalan SBY & Hendarman Supandji penuhi permintaan para donatur
kampanye SBY/PD 2009 itu, para bajingan itu pindahkan dukungan.

Mereka berbondong2 dukung Jokowi. Semula mereka diminta dukung Prabowo.
Tapi mereka takut krna bgmn pun Prabowo nasionalismenya tinggi.

Pengalihan dukungan dari SBY ke Jokowi itu membuat SBY marah besar dan minta @KPK_RI "pura2" mau usut kembali korupsi BLBI yang 600 T itu

Ingatkah anda bbrp bulan lalu, tiba2 saja @KPK_RI umumkan akan usut kembali korupsi BLBI ? Itu perintah SBY ke KPK utk takut2i konglo2

Pesan yang disampaikan SBY ke 25 konglo di singapura melalui KPK itu :

"Please, jangan semua ke jokowi donk, saya msh berkuasa lho !"

Namun gertakan SBY terhadap 25 konglomerat bajingan itu TIDAK MEMPAN.

Kenapa? Karena thn 2014, kasus itu DALUARSA ! Sdh 18 thn. The end

Kalau sdh daluarsa, maka proses hukum kasus BLBI itu menjadi basi. Tdk dapat diteruskan demi hukum. Wasalaaam.

Mampuslah kita semua..

Bagaimana kita tidak mampus? Uang kita dirampok 600 triliun. Utang lagi.kita bayar pkoknya dan bunganya 80 triliun/thn s/d 2032. MODAAR

Namun, bukan berarti konglomerat lain di luar 25 pemilik bank yg buron, tidak jadi musuh kita. Mereka lunaskan utang BLBI dgn skema MSAA

Tanya saja sama semua ahli ekonomi yang waras dan nasionalis, skema MSAA itu sangat merugikan negara. Saya berikan satu contohnya

Silahkan baca > Salim Grup via BCA merampok uang Kita. Meski dinyatakan lunas), RI RUGI 52 Triliun > ANTONY SALIM
http://t.co/DD5akczfeS

Nah, sekarang ini, mereka2 yang menjadi musuh negara dan rakyat negeri ini : Berada dibalik dan menjadi Cukong Jokowi. Demi Allah.

Itu sebabnya Jokowi berani
mengabaikan Pak JK. Mengejek Pak Prabowo. Mengkhianati Megawati. Dan nanti dia akan mengkhianati Rakyat RI !

Sangat besar RISIKO yang kami hadapi dlm membongkar KONSPIRASI BUSUK
yang akan menghancurkan negara ini. Tapi kami adalah ANAK BANGSA !

Langkahi dulu mayat kami jika mereka, para bajingan itu ingin menguasai negara ini. Negara ini tumpah darah kami. Ibu Pertiwi kami !!

Selama hayat masih dikandung badan, jangan harap kalian perampok2 negeri bisa kendalikan dan rampok kembali negeri ini.
MERDEKAAA !!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Biografi Jokowi (Joko Widodo)

Jokowi adalah tokoh pemimpin terpuji Walikota Solo dan berperan memperomosikan Mobil ESEMKA. Ir. Joko Widodo (Jokowi) adalah walikota Kota Surakarta (Solo) untuk dua kali masa bhakti 2005-2015. Wakil walikotanya adalah F.X. Hadi Rudyatmo. Jokowi lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961. Agama Jokowi adalah Islam. Pada 2012 Jokowi memenangkan Pilkada DKI Jakarta dan ditetapkan sebagi Gubernur DKI Jakarta. Banyak pihak optimis dengan kinerja Jokowi dan wakilnya Ahok untuk memperbaiki kota Jakarta yang semerawut.

Jokowi


Biografi Jokowi (Joko Widodo)

Jokowi meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985. Ketika mencalonkan diri sebagai walikota Solo, banyak yang meragukan kemampuan pria yang berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan taman ini; bahkan hingga saat ia terpilih. Namun setahun setelah ia memimpin, banyak gebrakan progresif dilakukan olehnya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya.


Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui moto “Solo: The Spirit of Java“. Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukankomunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat.Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran.
Berkat prestasi tersebut, Jokowi terpilih menjadi salah satu dari “10 Tokoh 2008″ oleh Majalah Tempo.

Asal Nama Julukan Jokowi

“Jokowi itu pemberian nama dari buyer saya dari Prancis,” begitu kata Wali Kota Solo, Joko Widodo, saat ditanya dari mana muncul nama Jokowi. Kata dia, begitu banyak nama dengan nama depan Joko yang jadi eksportir mebel kayu. Pembeli dari luar bingung untuk membedakan, Joko yang ini apa Joko yang itu. Makanya, dia terus diberi nama khusus,‘Jokowi’. Panggilan itu kemudian melekat sampai sekarang. Di kartu nama yang dia berikan tertulis, Jokowi, Wali Kota Solo. Belakangan dia mengecek, di Solo yang namanya persis Joko Widodo ada 16 orang.
Saat ini, Jokowi menjabat untuk periode kedua. Kemenangan mutlak diperoleh saat pemilihan wali kota tahun lalu. Nama Jokowi kini tidak hanya populer, tapi kepribadiannya juga disukai masyarakat. Setidaknya, ketika pergi ke pasar-pasar, para pedagang beramai-ramai memanggilnya, atau paling tidak berbisik pada orang sebelahnya, “Eh..itu Pak Joko.”
Bagaimana ceritanya sehingga dia bisa dicintai masyarakat Solo? Kebijakan apa saja yang telah membuat rakyatnya senang? Mengapa pula dia harus menginjak pegawainya? Berikut wawancara wartawan Republika, Ditto Pappilanda, dengan Jokowi dalam kebersamaannya sepanjang setengah hari di seputaran Solo.

Sikap apa yang Anda bawa dalam menjalankan karier sebagai birokrat?
Secara prinsip, saya hanya bekerja untuk rakyat. Hanya itu, simpel. Saya enggak berpikir macam-macam, wong enggak bisa apa-apa. Mau dinilai tidak baik, silakan, mau dinilai baik, ya silakan. Saya kan tugasnya hanya bekerja. Enggak ada kemauan macam-macam. Enggak punya target apa-apa. Bekerja. Begitu saja.
Bener, saya tidak muluk-muluk dan sebenarnya yang kita jalankan pun semua orang bisa ngerjain. Hanya, mau enggak. Punya niat enggak. Itu saja. Enggak usah tinggi-tinggi. Sederhana sekali.
Contoh, lima tahun yang lalu, pelayanan KTP kita di kecamatan semrawut. KTP bisa dua minggu, bisa tiga minggu selesai. Tidak ada waktu yang jelas. Bergantung pada yang meminta, seminggu bisa, dua minggu bisa. Tapi, dengan memperbaiki sistem, apa pun akan bisa berubah. Menyiapkan sistem, kemudian melaksanakan sistem itu, dan kalau ada yang enggak mau melaksanakan sistem, ya, saya injak.
Awalnya reaksi internal bagaimana?
Ya biasa, resistensi setahun di depan, tapi setelah itu, ya, biasa saja. Semuanya kalau sudah biasa, ya semuanya senang. Ya, kita mengerti itu masalah kue, ternyata ya juga bisa dilakukan.
Untuk mengubah sistem proses KTP itu, tiga lurah saya copot, satu camat saya copot. Saat itu, ketika rapat diikuti 51 lurah, ada tiga lurah yang kelihatan tidak niat. Enggak mungkin satu jam, pak, paling tiga hari, kata mereka. Besoknya lurah itu tidak menjabat. Kalau saya, gitu saja. Rapat lima camat lagi, ada satu camat, sulit pak, karena harus entri data. Wah ini sama, lah. Ya, sudah.
Nyatanya, setelah mereka hilang, sistemnya bisa jalan. Seluruh kecamatan sekarang sudah seperti bank. Tidak ada lagi sekat antara masyarakat dan pegawai, terbuka semua. Satu jam juga sudah jadi. Rupiah yang harus dibayar sesuai perda, Rp 5.000.
Anda juga punya pengalaman menarik dalam penanganan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kemudian banyak menjadi rujukan?
Iya. Sekarang banyak daerah-daerah ke sini, mau mengubah mindset. Oh ternyata penanganan (PKL) bisa tanpa berantem. Memang tidak mudah. Pengalaman kami waktu itu adalah memindahkan PKL di Kecamatan Banjarsari yang sudah dijadikan tempat jualan bahkan juga tempat tinggal selama lebih dari 20 tahun. Kawasan itu sebetulnya kawasan elite, tapi karena menjadi tempat dagang sekaligus tempat tinggal, yang terlihat adalah kekumuhan.
Lima tahun yang lalu, mereka saya undang makan di sini (ruang rapat rumah dinas wali kota). Saya ajak makan siang, saya ajak makan malam. Saya ajak bicara. Sampai 54 kali, saya ajak makan siang, makan malam, seperti ini. Tujuh bulan seperti ini. Akhirnya, mereka mau pindah. Enggak usah di-gebukin.


Mengapa butuh tujuh bulan, mengapa tidak di tiga bulan pertama?
Kita melihat-melihat angin, lah. Kalau Anda lihat, pertama kali mereka saya ajak ke sini, mereka semuanya langsung pasang spanduk. Pokoknya kalau dipindah, akan berjuang sampai titik darah penghabisan, nyiapin bambu runcing. Bahkan, ada yang mengancam membakar balai kota.
Situasi panas itu sampai pertemuan ke berapa?
Masih sampai pertemuan ke-30. Pertemuan 30-50 baru kita berbicara. Mereka butuh apa, mereka ingin apa, mereka khawatir mengenai apa. Dulu, mereka minta sembilan trayek angkot untuk menuju wilayah baru. Kita beri tiga angkutan umum. Jalannya yang sempit, kita perlebar.
Yang sulit itu, mereka meminta jaminan omzet di tempat yang baru sama seperti di tempat yang lama. Wah, bagaimana wali kota disuruh menjamin seperti itu. Jawaban saya, rezeki yang atur di atas, tapi nanti selama empat bulan akan saya iklankan di televisi lokal, di koran lokal, saya pasang spanduk di seluruh penjuru kota. Akhirnya, mereka mau pindah.
Pindahnya mereka saya siapkan 45 truk, saya tunggui dua hari, mereka pindah sendiri-sendiri. Pindahnya mereka dari tempat lama ke tempat baru saya kirab dengan prajurit keraton. Ini yang enggak ada di dunia mana pun. Mereka bawa tumpeng satu per satu sebagai simbol kemakmuran. Artinya, pindahnya senang. Tempat yang lama sudah jadi ruang terbuka hijau kembali.
Omzetnya di tempat yang baru?
Bisa empat kali. Bisa tanya ke sana, jangan tanya saya. Tapi, ya kira-kira ada yang sepuluh kali, ada yang empat kali. Rata-rata empat kali. Ada yang sebulan Rp 300 juta. Itu sudah bukan PKL lagi, geleng-geleng saya.
Bagaimana dengan PKL yang lain?
Setelah yang eks-PKL Banjarsari pindah, tidak sulit meyakinkan yang lain. Cukup pertemuan tiga sampai tujuh kali pertemuan selesai. Sampai saat ini, kita sudah pindahkan 23 titik PKL, tidak ada masalah.
Lha yang repot sekarang ini malah pedagang PKL itu minta direlokasi. Kita yang nggak punya duit. Sampai sekarang ini, masih 38 persen PKL yang belum direlokasi. Jadi, kalau masih melihat PKL di jalan atau trotoar, itu bagian dari 38 persen tadi.

Tampaknya, pemberdayaan pasar menjadi perhatian Anda?
Oiya. Kita sudah merenovasi 34 pasar dan membangun pasar yang baru di tujuh lokasi. Jika dikelola dengan baik, pasar ini mendatangkan pendapatan daerah yang besar.
Dulu, ketika saya masuk, pendapatan dari pasar hanya Rp 7,8 miliar, sekarang Rp 19,2 miliar. Hotel hanya Rp 10 miliar, restoran Rp 5 miliar, parkir Rp 1,8 miliar, advertising Rp 4 miliar. Hasil Rp 19,2 miliar itu hanya dari retribusi harian Rp 2.600. Pedagangnya banyak sekali, kok. Ini yang harus dilihat. Asal manajemennya bagus, enggak rugi kita bangun-bangun pasar. Masyarakat-pedagang terlayani, kita dapat income seperti itu.
Sementara kalau mal, enggak tahu saya, paling bayar IMB saja, kita mau tarik apa? Makanya, mal juga kita batasi. Begitu juga hypermarket kita batasi. Bahkan, minimarket juga saya stop izinnya. Rencananya dulu akan ada 60-80 yang buka, tapi tidak saya izinkan. Sekarang hanya ada belasan.
Tapi, sepertinya Pasar Klewer belum tersentuh ya, kondisinya masih kurang nyaman?
Klewer itu, waduh. Duitnya gede sekali. Kemarin, dihitung investor, Rp 400 miliar. Duit dari mana? Anggaran berapa puluh tahun, kita mau cari jurus apa belum ketemu. Anggaran belanja Solo Rp 780 miliar, tahun ini Rp 1,26 triliun. Tidak mampu kita. Pedagang di Klewer lebih banyak, 3.000-an pedagang, pasarnya juga besar sekali. Di situ, yang Solo banyak, Sukoharjo banyak, Sragen banyak, Jepara ada, Pekalongan ada, Tegal ada. Batik dari mana-mana. Tapi, saya yakin ada jurusnya, hanya belum ketemu aja.
Soal pendidikan, di beberapa daerah sudah banyak dilakukan pendidikan gratis, apakah di Solo juga begitu?
Kita beda. Di sini, kita menerbitkan kartu untuk siswa, ada platinum, gold, dan silver. Mereka yang paling miskin itu memperoleh kartu platinum. Mereka ini gratis semuanya, mulai dari uang pangkal sampai kebutuhan sekolah dan juga biaya operasional. Kemudian, yang gold itu mendapat fasilitas, tapi tak sebanyak platinum. Begitu juga yang silver, hanya dibayari pemkot untuk kebutuhan tertentu.
Itu juga yang diberlakukan untuk kesehatan?
Iya, ada kartu seperti itu, ada gold dan silver. Gold ini untuk mereka yang masuk golongansangat miskin. Semua gratis, perawatan rawat inap, bahkan cuci darah pun untuk yang gold ini gratis.


Tampaknya, sekarang masyarakat sudah percaya pada Anda, padahal di awal terpilih, banyak yang sangsi?
Yah, satu tahun, lah. Namanya belum dikenal, saya kan bukan potongan wali kota, kurus, jelek. Saya juga enggak pernah muncul di Solo, apalagi bisnis saya 100 persen ekspor. Ada yang sangsi, ya biar saja, sampai sekarang enggak apa-apa. Mau sangsi, mau menilai jelek, terserah orang.
Dulu, apa niat awalnya jadi wali kota?
Enggak ada niat, kecelakaan. Ndak tahu itu. Dulu, pilkada pertama, kita dapat suara 37 persen, menang tipis. Wong saya bukan orang terkenal, kok. Yang lain terkenal semuanya kan, saya enggak. Tapi, kelihatannya masyarakat sudah malas dengan orang terkenal. Mau coba yang enggak terkenal. Coba-coba, jadi saya bilang kecelakaan tadi itu memang betul.
Hal apa yang paling mengesankan selama Anda menjadi wali kota?
Paling mengesankan? Paling mengesankan itu, kalau dulu, kan, wali kota mesti meresmikan hal yang gede-gede. Meresmikan mal terbesar besar misalnya. Tapi, sekarang, gapura, pos ronda, semuanya saya yang buka, kok. Pos ronda minta dibuka wali kota, gapura dibuka wali kota, ya gimana rakyat yang minta, buka aja. Ya, kadang-kadang lucu juga. Tapi kita nikmati.
Apa kesulitan yang paling pertama Anda temui saat menjabat sebagai wali kota?
Masalah aturan. Betul. Kita, kalau di usaha, mencari yang se-simpel mungkin, seefisien mungkin. Tapi, kita di pemerintahan enggak bisa, ada tahapan aturan. Meskipun anggaran ada, aturannya enggak terpenuhi, enggak bisa jalani. Harusnya, bisa kita kerjain dua minggu, harus menunggu dua tahun. Banyak aturan-aturan yang justru membelenggu kita sendiri, terlalu prosedural. Kita ini jadi negara prosedur.
Apa pertimbangannya saat Anda mencalonkan untuk kali kedua?
Sebetulnya, saya enggak mau. Mau balik lagi ke habitat tukang kayu. Saat itu, setiap hari datang berbondong-bondong berbagai kelompok yang mendorong saya maju lagi. Mereka katakan, ini suara rakyat. Saya berpikir, ini benar ndak, apa hanya rekayasa politik. Dua minggu saya cuti, pusing saya mikir itu. Saya pulang, okelah saya survei saja. Saya survei pertama, dapatnya 87 persen. Enggak percaya, saya survei lagi, dapatnya 87 persen lagi.


Setelah survei itu, saya melihat, benar-benar ada keinginan masyarakat. Jadi, yang datang ke saya itu benar. Dan ternyata memang saya dapat hampir 91 persen. Saya lihat ada harapan dan ekspektasi yang terlalu besar. Perhitungan saya 65-70 persen. Hitungan di atas kertas 65:35, atau 60:40, kira-kira.
Ada kekhwatiran tidak, ketika lepas jabatan, semua yang Anda bangun tetap terjaga?
Pertama ada blueprint, ada concept plan kota. Paling tidak, pemimpin baru nanti enggak usah pakai 100 persen, seenggaknya 70 persen. Jangan sampai, sudah SMP, kembali lagi ke TK. Saya punya kewajiban juga untuk menyiapkan dan memberi tahu apa yang harus dilakukan nantinya.

Biodata Joko Widodo

Nama : Joko Widodo
Tempat Tanggal Lahir: Surakarta, 21 Juni 1961
Agama : Islam
Pekerjaan : Pengusaha
Agama : Islam
Profil Facebook : jokowi
Akun twitter : jokowi_do2
Email: jokowi@indo.net.id
Alamat Kantor : Jl. Jend. Sudirman No. 2 Telp. 644644, 642020, Psw 400, Fax. 646303
Alamat Rumah Dinas : Rumah Dinas Loji Gandrung Jl. Slamet Riyadi No. 261 Telp. 712004
HP. 0817441111
Pendidikan:
§  SDN 111 Tirtoyoso Solo
§  SMPN 1 Solo
§  SMAN 6 Solo
§  Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta lulusan 1985
Karir:
§  Pendiri Koperasi Pengembangan Industri Kecil Solo (1990)
§  Ketua Bidang Pertambangan & Energi Kamar Dagang dan Industri Surakarta (1992-1996)
§  Ketua Asosiasi Permebelan dan Industri Kerajinan Indonesia Surakarta (2002-2007)
Penghargaan:
§  Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari “10 Tokoh 2008″
§  Menjadi walikota terbaik tahun 2009
§  Pak Joko Widodo jg meraih penghargaan Bung Hatta Award, atas kepemimpinan dan kinerja beliau selama membangun dan memimpin kota Solo.
§  Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Award
Selain itu, berkat kepemimpinan beliau (dan tentunya semua pihak yg membantu), kota Solo jg banyak meraih penghargaan, di antaranya
§  Kota Pro-Investasi dari Badan Penanaman Modal Daerah Jawa Tengah
§  Kota Layak Anak dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan
§  Wahana Nugraha dari Departemen Perhubungan
§  Sanitasi dan Penataan Permukiman Kumuh dari Departemen Pekerjaan Umum
§  Kota dengan Tata Ruang Terbaik ke-2 di Indonesia
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=GRUqUJdKx5s


pelantikan-joko-widodo




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS